TUBUHKU HIDUP,JIWAKU TERTINGGAL DI KEJADIAN ITU Selamat,tapi hidup dengan trauma seumur hidup. Diawal, kehilangan terasa seperti sesuatu yang masih bisa kutipu, aku masih bangun pagi. Masih tertawa diwaktu yang tepat. Masih menjawab ”aku baik-baik saja”tanpa terdesak.aku menyebut diriku selamat hanya karna aku tidak mati. Padahal sejak hari itu, ada bagian dari diriku yang berhenti hidup. Waktu tidak menyembuhkan apapun.ia hanya membuat rasa sakit berubah bentuk.dari yang berisik menjadi sunyi.dari tangis menjadi beban didada yang tidak pernah pergi. Bulan demi bulan berlalu, dan luka nya tidak mengecil,ia menetap.tenang.dalam.mengakar. Aku mencoba melawan kehilangan ini dengan segala cara yang kupunya.dengan logika.dengan do’a.dengan memaksa diriku kuat meski berdarah.aku berharap suatu hari tubuhku menyerah lebih dulu dari pada ingatanku. Ia tidak pergi.ia tinggal dan menuntut ditempati. Aku seperti orang yang selamat dari kecelakaan besar. Dun...