Karena Terlalu Indah,Ia Menjadi Sulit Dilupa.
Sungguhlah indah caramu singgah di hidupku kala itu, terlalu rapi untuk disebut kebetulan yang berlalu. Kau datang tanpa gaduh, tanpa janji kaku, namun meninggalkan jejak yang lama bersarang di kalbu. Aku telah mencoba melupakan dengan cara paling dewasa, menerima tanpa menyalahkan, pergi tanpa bersuara. Namun keindahan yang pernah menetap di rasa, tak serta-merta luruh hanya karena waktu memaksa.Ada cinta yang tak perlu lama untuk berarti, cukup singkat,namun membekas hingga sunyi.seperti cahaya yang sekali menyentuh pagi,ia pergi,tapi silau kenangannya menetap dihati.aku tak lagi merindukan dengan luka,hanya ingatan yang sesekali mengetuk tanpa suara. Bukan untuk kembali,bukan pula meminta apa-apa,sekedar mengingat bahwa aku pernah sebahagia itu kala bersamamu ada. Kini aku hidup dengan langkah yg lebih tenang,tak lagi mencari wajahmu disetiap kemungkinan. Namun jujur kuakui dengan lapang, keindahan itu nyata dan karenanya, ia susah hilang. Jika kelak namamu hadir disela doa yg lupa kusebut, aku tak kan menolaknya,tak pula menyambut.sebab ada kisah yang memang tak harus ditutup, cukup disimpan sebagai bukti bahwa hati pernah hidup.

Komentar
Posting Komentar