TUBUHKU HIDUP,JIWAKU TERTINGGAL DI KEJADIAN ITU
Selamat,tapi hidup dengan trauma seumur hidup.
Diawal, kehilangan terasa seperti sesuatu yang masih bisa kutipu, aku masih bangun pagi. Masih tertawa diwaktu yang tepat. Masih menjawab ”aku baik-baik saja”tanpa terdesak.aku menyebut diriku selamat hanya karna aku tidak mati.
Padahal sejak hari itu, ada bagian dari diriku yang berhenti hidup. Waktu tidak menyembuhkan apapun.ia hanya membuat rasa sakit berubah bentuk.dari yang berisik menjadi sunyi.dari tangis menjadi beban didada yang tidak pernah pergi. Bulan demi bulan berlalu, dan luka nya tidak mengecil,ia menetap.tenang.dalam.mengakar.
Aku mencoba melawan kehilangan ini dengan segala cara yang kupunya.dengan logika.dengan do’a.dengan memaksa diriku kuat meski berdarah.aku berharap suatu hari tubuhku menyerah lebih dulu dari pada ingatanku. Ia tidak pergi.ia tinggal dan menuntut ditempati.
Aku seperti orang yang selamat dari kecelakaan besar. Dunia melihatku berjalan,bekerja,tertawa.mereka mengira aku pulih.mereka tidak tahu setiap langkahku timpang.setiap rencana selalu disertai rasa takut.setiap bahagia dating dengan bayanga luka yang sama.
Yang paling kejam dari kehilangan bukan saat ia terjadi, tapi saat aku sadar tidak ada versi diriku yang kembali utuh setelahnya. Aku harus hidup dengan sesuatu yang tidak bisa kuperbaiki, tidak bisa kupulangkan, dan tidak akan pernah selesai.
Tak ada yang tau seberapa tersiksanya aku ketika kejadian itu teus berulang di ingatanku..tidak ada hari tanpa air mata yg mengalir.sajadah terus basah disetiap sujudku.aku terus mempertanyakan kelayakan diri sendiri. Aku tak pernah tau kapan diri ini sembuh.
AKU SELAMAT
TAPI HIDUPKU BERJALAN DENGAN TRAUMA YANG TIDAK SEMBUH HANYA DIAJAK BERDAMAI,HARI DEMI HARI,SAMBIL BERPURA-PURA UTUH DI DEPAN DUNIA.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar