BARANGKALI, SEKALI SAJA KAMU MENGINGATKU.

 

BARANGKALI, SEKALI SAJA KAMU MENGINGATKU

Dikota sebesar ini, aneh juga membayangkan bagaimana dua orang yang pernah sedekat itu bisa berubah menjadi dua asing yang bahkan tidak diberi kesempatan untuk berpapasan. Kita masih menghirup udara yang sama, masih berjalan dijalan yang mungkin pernah kita lewati bersama,tapi rasanya kamu sudah sangat jauh. Jauh sampai aku tidak tahu lagi apakah namaku masih tersisasedikit saja dikepalamu.

Aku sering membayangkan hal-hal kecil yang sebenarnya tidak penting bagi siapa pun selain diriku sendiri. Tentang bagaimana kalau suatu hari kita tidak sengaja bertemu. Mungkin di lampu merah,mungkin disebuah minimarket, atau diantara keramaian yang sama-sama sibuk. Aku membayangkan matamu berhenti beberapa detik ke arahku. Bukan untuk kembali,aku tidak seberani itu berharap. Aku hanya ingin tahu… apakah setelah semua yang berlalu, kamu masih mengenal seseorang yang pernah begitu mencintaimu.

Sebab selama ini aku hidup seperti seseorang yang tertinggal dihalaman lama, sementara kamu sudah pindah cerita ke cerita baru tanpa kesulitan apapun.kadang aku iri pada caramu pergi.caramu terlihat baik-baik saja setelah meninggalkan begitu banyak hal dibelakang. Aku ingin tahu bagaimana rasanya menjadi seseorang yang bisa melupakan tanpa harus hancur berkali-kali.karena disini,hal-hal kecil masih mudah berubah menjadi kamu.lagu tertentu,wangi tertentu.jalanan yang pernah kita lewati. Kendaraan yang warnanya mirip milikmu. Bahkan postur tubuh seseorang dikejauhan kadang cukup untuk membuat langkahku berhenti beberapa detik lebih lama.

Aku tidak benar-benar menunggumu pulang.aku hanay belum terbiasa hidup didunia yang tidak lagi melibatkanmu. Dan mungkin, diam-diam aku masih menyimpan satu harapan kecil yang terdengar bodoh itu. Semoga suatu hari nanti, dikota ini, kita dipertemukan sebagai dua orang asing yang saling menatap beberapa detik terlalu lama…. Lalu kamu akhirnya sadar ada seseorang yang dulu menunggumu sampai selama itu.

Ini bukan tentang kehilanganmu, melainkan tentang diriku yang masih diam-diam berharap bahwa diantara semua orang baru yang hadir dihidupmu, pernah ada satu malam ketika kamu tiba-tiba teringat padaku.

Terbayang caraku tertawa.caraku peduli terlalu banyak. Caraku bertahan terlalu lama meski sudah sering dilukai.aku tahu harapan seperti itu terdengar memalukan. Tapi beberapa perasaan memang tidak selesai hanya karena hubungan sudah berakhir.

Maka kalau suatu hari nanti hidupmu tersa sepi tanpa alasan yang jelas,atau ada bagian kecil dalam dirimu yang tiba-tiba terasa kosong saat mendengar namaku, mungkin itu bukan kebetulan. Mungkin ada cinta yang pernah benar-benar tinggal dihidupmu, lalu pergi tanpa sempat kamu sadari betapa tulusnya ia mencintai.

Sepertinya ini benar-benar isi hatiku. Yang tak pernah berani aku cerita kan kepada siapapun hanya dalam pikiranku. Aku benar-benar kehilanganmu begitu kehilangan, sampai saat ini langkahku masih goyang  ketika mengingat kejadian demi kejadian. Aku tak tau harus berbuat apa ternyata anak yang sepemberani ini sekarang banyak takutnya. Takut dilukai,takut dikecewakan takut akan kegagalan… semoga hal yang pernah terjadi akan segera terwujud. Karna aku tidak hidup untuk diriku sendiri masih ada orang tua yang harus aku bahagia kan masih ada anak kecil yg selalu memanggil ku dengan sebutan kakak yang harus aku perjuangkan masa depannya, “AKU SELALU BERDOA SEMOGA INI AKAN SEGERA BERLALU,AKU INGIN SEMUA YANG AKU IMPIKAN MENJADI NYATA MILIKU SENDIRI BUKAN ADA NAMA ORANG DIBELAKANGNYA”


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB V PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI

NILAI-NILAI BUDAYA PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK