KAMU RELA MEMBIARKAN AKU TENGGELAM, ASAL DIA TETAP BAIK-BAIK SAJA.

 

KAMU RELA MEMBIARKAN AKU TENGGELAM, ASAL DIA TETAP BAIK-BAIK SAJA.

Dan yang paling membekas dalam ingatan bukan tentang bagaimana kamu pergi, melainkan bagaimana kamu rela mematikan perasaanku demi menyelamatkan ego perempuan lain.Aku mengingatnya sampai hari ini.Cara kamu membuatku diam agar seseorang di sana tetap merasa menang. Cara kamu membiarkan aku terlihat salah supaya hidupmu tetap tenang. Cara kamu perlahan menjauh, lalu bertingkah seolah yang hancur di sini bukan siapa-siapa.

Padahal aku juga manusia.Aku juga punya hati yang bisa hancur hanya karena merasa tidak diperlakukan seperti manusia yang pantas disayang.Aneh sekali rasanya mencintai seseorang yang tahu persis bagaimana caranya melukai, tapi tetap memilih melakukannya. Seolah perasaanku memang bagian yang paling mudah dikorbankan. Seolah yang kubawa selama ini hanya sesuatu yang bisa dibuang kapan saja demi menjaga perempuan lain tetap utuh.Aku pernah berpikir, setidaknya setelah semua yang kuberikan, kamu akan menjaga hatiku sedikit saja.Nyatanya tidak. Kamu justru mengajariku bahwa ada orang yang bisa tidur dengan tenang setelah membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri.

Yang membuatku sulit lupa bukan karena aku masih berharap kamu kembali. Bukan juga karena aku belum menerima kenyataan. Aku hanya belum mengerti bagaimana seseorang yang pernah kupanggil rumah bisa setega itu menjadikanku tempat paling sepi untuk pulang.Aku diam waktu itu bukan karena tidak sakit.Aku hanya terlalu sibuk menjaga perasaan semua orang sampai lupa membela diriku sendiri.

Dan sejak kejadian itu, aku jadi takut percaya pada kata sayang. Takut percaya pada seseorang yang datang terlalu meyakinkan. Karena ternyata, orang yang menggenggam tanganmu paling erat pun bisa jadi orang pertama yang melepaskannya demi mempertahankan orang lain.

Kadang aku bertanya sendiri, apa memang semudah itu melupakan seseorang yang pernah mencintaimu sedalam itu?Atau memang sejak awal aku hanya seseorang yang boleh disayang seperlunya, lalu ditinggalkan ketika keadaan mulai rumit?

Sampai hari ini aku masih mengingat semuanya dengan jelas.Bukan tentang siapa yang kamu pilih.Tapi tentang bagaimana mudahnya kamu mengorbankanku demi membuat perempuan lain merasa aman, sementara aku dibiarkan sendirian memungut harga diriku yang jatuh di mana-mana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB V PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI

NILAI-NILAI BUDAYA PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK