LANJUTKAN HIDUPMU DENGAN SISA YANG ADA

 

LANJUTKAN HIDUPMU DENGAN SISA YANG ADA

Bayar karmamu. Terima apa yang harus diterima. Ada beberapa luka yang datang bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk mengembalikan kita pada pelajaran yang pernah diabaikan. Hidup sering bekerja dengan cara yang tidak kita mengerti. Ia mengambil sesuatu yang kita cintai, meruntuhkan hal yang kita banggakan, lalu membiarkan kita berdiri di tengah puing-puing sambil mencari arti dari semuanya. Pada saat seperti itu, jangan sibuk bertanya mengapa. Ada jawaban yang hanya bisa dipahami setelah kita berhasil melewatinya.

Maafkan dirimu. Tidak semua kegagalan terjadi karena kurangnya usaha. Tidak semua kehilangan lahir dari kesalahanmu. Ada masa ketika kita terlalu keras kepada diri sendiri, mengulang penyesalan yang sama setiap malam, seolah dengan menyalahkan diri, masa lalu bisa berubah. Padahal waktu tidak pernah berjalan mundur. Dan dirimu yang dulu sedang berusaha bertahan dengan kemampuan yang ia miliki saat itu. Ia juga pantas dimaafkan.

Maafkan orang-orang yang pernah menyakitimu. Bukan karena mereka pantas mendapatkan maaf itu, tetapi karena hatimu pantas mendapatkan kedamaian. Membawa dendam terlalu lama seperti memungut bara yang sudah padam lalu menyimpannya di dada. Ia tidak lagi membakar orang yang melukaimu, tetapi perlahan menghanguskan dirimu sendiri. Lepaskan. Tidak semua orang harus kembali baik dalam hidupmu, tetapi mereka tidak perlu terus hidup di dalam kepalamu.

Lalu terima kekalahanmu. Sebab tidak semua perjuangan berakhir dengan kemenangan. Ada mimpi yang gugur di tengah jalan, ada harapan yang tidak sempat sampai, ada orang-orang yang tetap pergi meski sudah dipertahankan. Namun hidup tidak meminta kita untuk mengulang semuanya. Hidup hanya meminta kita melangkah. Dengan hati yang mungkin tidak lagi utuh, dengan tangan yang tidak lagi penuh, dengan sisa-sisa yang masih ada. Dan sering kali, dari sisa itulah seseorang membangun hidup yang jauh lebih kuat daripada sebelumnya.

Tidak semua perang harus dimenangkan, kadang keberanian terbesar adalah menerima kekalahan,  mengubur yg telah berlalu. Lalu menlanjutkan hidup dengan hati yang tk lagi utuh

Komentar